Tragedi Kemanusiaan di Kecamatan Suradadi
Tidak disangka, di daerah penulis
tinggal terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Peristiwa ini adalah
peristiwa memilukan, kejadian yang dipenuhi dengan tangis dan
penderitaan. Kesusahan dan ketidaknyamanan juga tak kalah menimpa kepada
orang-orang yang berada di sekeliling. Namun, apa boleh dikata, semua
kejadian itu adalah kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semuanya atas
kehendak dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. At Taghaabun: 11)
Kita sebagai manusia hanya bisa bersabar atas musibah yang terjadi.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ .الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ .أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" (Artinya: Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali. kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah)). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil). Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah: 155-157).
وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Bersabarlah kalian, sesunguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar" (QS. Al-Anfal : 46)
Kejadian tersebut meliputi
peristiwa kecelakaan, kebakaran dan permusuhan yang berkepanjangan. Kami
rangkung peristiwa-peristiwa tersebut dalam sebuah kata, tragedi.
Tragedi adalah genre drama yang menceritakan kisah yang menyedihkan.
Tragedi yang terjadi di wilayah Kecamatan Suradadi –ala Bloge Wikarso-
meliputi kebakaran Dusun Randu, kecelakaan bus di Suradadi, perkelahian
dan permusuhan antar desa, dan yang terakhir terjadi kecelakaan kereta
di Stasiun Kereta Suradadi. Dan inilah daftar tragedi yang pernah
terjadi di Kecamatan Suradadi :
- Kebakaran Dusun Randu Desa Harjosari
Kejadian ini terjadi pada tahun 2000. Pemicunya berawal dari perkelahian antar desa yakni Desa Harjosari Kecamatan Suradadi dengan Desa Karangmalang Kecamatan Kedung Banteng. Kejadian ini menyebabkan kerugian yang sangat besar, setidaknya 129 dibakar, 116 lainnya dirusak, 1.300 orang mengungsi serta kerugian 2,5 milyar rupiah.
Puing-puing bekas kejadian itu mulai hilang dengan dibangun kembali rumah-rumah warga.
Masih ingat betul dalam ingatan saya, bahwa saat itu ada salah seorang korban yang mengungsi di desa saya, Karangmulya. Kejadian ini bahkan masuk headline berita nasional dalam waktu dua pekan. Berikut saya kutip sebuah analisis dari Sozialenwelt sebagai berikut :
KONFLIK ANTAR KELOMPOK DALAM MASYARAKAT KASUS TEGAL
DESA KARANGMALANG Kecamatan Kedungbanteng dan DESA HARJOSARI Kecamatan Suradadi terletak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah . Telah terjadi pertikaian antara ke dua desa di Tegal ini . KRONOLOGI Peristiwa Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media massa, peristiwa amuk massa di Tegal terjadi secara bergelombang. PERISTIWANYA BERMULA dari perkelahian antar kelompok kedua desa, yaitu warga Desa Karangmalang,Kecamatan Kedungbanteng dan warga Desa Harjosari, Kecamatan Suradadi, keduanya diKabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kejadian Ini terjadi pada hari Minggu malam jam 23:00 WIB didekat rumah Sipon, warga desa Kampung Randu, Desa Harjosari yang menikahkan anak perempuannya dengan menanggap pertunjukan ‘wayang golek’. Saat acara wayang golek tersebut , tiba-tiba terjadi perkelahian . Dalam perkelahian tersebut,Bugel alias Karyono (25), seorang warga Desa Karangmalang tewas satu jam kemudian dalam perjalanan ke rumah sakit.
Tangan Bugel dibabat hingga putus dengan senjata tajam.
Tewasnya Bugel menimbulkan tindakan pembalasan warga Karangmalang terhadap warga Kampung Harjosari yang mayoritas tidak tahu menahu dan tidak mempunyai kaitan langsung dengan insiden Minggu malam tersebut . Serangan pertama dilakukan oleh warga desa Karangmalang terhadap desa Kampung Harjosari pukul 04:00 WIB dan kedua pukul 07:00 WIB. Sebagai akibatnya, sebagian besar rumah warga Harjosari yang menggantungkan nafkahnya sebagai petani dan pedagang berubah menjadi lautan api. Ratusan warga Karangmalang yang sudah melengkapi dirinya dengan berbagai senjata tajam, pentungan, bom molotov dan jerigen berisi bensin membakar dan memporak porandakan Desa Harjosari. Warga Desa Harjosari yang melihat gelagat berbahaya ini telah mengosongkan rumahnya dan meninggalkan desanya untuk menyelamatkan diri. Sebagian warga masih sempat menyelamatkan harta benda mereka seperti pesawat televisi, sepeda, ternak dan pakaian ala kadarnya. Pihak keamanan, sejak terjadinya konflik antar kelompok di Kampung Randu Minggu malam sebenarnya sudah menduga akan terjadi aksi massa yang lebih besar. Namun aparat keamanan mengaku kebobolan karena aksi tersebut dilakukan oleh ribuan warga Karangmalang.
Pihak keamanan sudah melakukan upaya menutup jalur pintu masuk dari Desa Harjosari dan Karangmalang dan sebaliknya. Namun pihak keamanan tidak dapat berbuat banyak ketika penyerbuan tersebut dilakukan melalui hutan jati yang langsung menembus Desa Harjosari.
Akibat aksi massa tersebut, menurut Kepala Desa Harjosari, dari sebanyak 368 rumah di Harjosari,sebanyak 129 rumah diantaranya dibakar dan 116 rumah lainnya dirusak secara membabi buta dengan tingkat kerusakan berat dan ringan Warga Harjosari yang menyelamatkan diritetap bertahan di pengungsian hingga Senin (10 Juli ) Ini berkisar 1.300 jiwa. Merekatetap bertahan hingga Selasa besok paginya, menunggu situasi kampung aman kembali. Langkah Tindak Lanjut Peristiwa tersebut telah membuat kalang kabut aparat keamanan setempat, yang segera hadir di tempat, yaitu Kepolisian Wilayah Tegal . Polisi telah menangkap 5 (lima) warga Desa Harjosari yangdiduga melakukan pemukulan terhadap Bugel dan kawan-kawan, yaitu Wasrin bin Kramat(27), Sarono (23), Supardi (23), Sukarjo (27) dan Hadi (22). Namun, tersangka yang diduga kuat menusuk dan membabat tangan Bugel telah kabur sekeluarga. Beberapa warga yang terlibat amuk massa, beberapa di antaranya juga menghilang dari desanya.
Mereka tertangkap setelah petugas seharian menyisir kawasan hutan jati sekitar desa. Pasukan keamanan sebanyak 300 orang tetap disiagakan di kedua desa yang bertikai. Hingga Rabu (12 Juli 2000)sedikitnya 75 warga Desa Karangmalang yang diduga sebagai pelaku aksi amuk massa ditangkap aparat kepolisian gabungan dari Kepolisian Resor Slawi dan Kepolisian Wilayah Pekalongan. Dari jumlah tersebut, 8 (delapan) di antaranya diduga sebagai provokator.Seorang tersangka provokator merupakan perangkat desa setempat dan seorang lagi merupakan pegawai negeri sipil. Warga yang tertangkap tersebut ditahan di Markas Kepolisian Resor Slawi, Kabupaten Tegal. Kepala Desa Karangmalang tidak keberatan warganya ditangkap asal pelaku pembunuhan warga Karangmalang juga diadili. Akhirnya Tim Penyidik Polres Tegal mulai memeriksa 300 warga Kampung Harjosari sebagai saksi.
Saksi-saksi tersebut diakui sangat kooperatif yang diduga merupakan karakter asli warga setempat.
Tanggapan :
Seharusnya, desa Karang Malang tidak boleh main hakim sendiri. Harus diselidiki dulu, apa dan siapa penyebab pembunuhan itu. Jadi, tidak semua warga desa Harjosari menjadi korban. Selain itu, aparat keamanan atau pihak yang berwenang harus lebih tanggap dalam mengatasi dan mengahadapi masalah ini.
- Peperangan Antar Desa
Permusuhan antar desa menyebabkan peperangan sengit terjadi di beberapa Desa di Kecamatan Suradadi bahkan dengan desa di luar kecamatan. Peperangan ini terjadi dipicu beberapa persoalan, antara lain perebutan wanita, kekuasaan, dan konflik internal kepemudaan. Desa-desa yang saling berselisih antara lain Jatibogor dengan Karangmulya, Jatibogor dengan Sidoharjo, Karangmulya dengan Gembongdadi, Jatibogor dengan Tanjungharja, Suradadi dengan Kertasari, dll. Dan yang paling menyebabkan peristiwa besar sebagaimana tragedi pada nomor 1 adalah antara Harjosari dengan Kedungbanteng. Peperangan ini bersifat temporal, tergantung dari pemicu yang menyebabkannya. Jika pemicunya menimbulkan kerugian yang besar tentu akan dibalas dengan besar-besaran oleh lawan.
Peperangan ini banyak terjadi pada tahun di bawah 2000-an, sedangkan di atas itu peperangan bersifat kelompok dan tidak menyebabkan perselisihan antar desa. Walaupun kadang hal ini tetap saja menyeret nama desa sebagai induk masing-masing kelompok. Kejadian ini menyebabkan ketakutan warga desa yang ingin melewati atau berkunjung ke desa dimana terjadi konflik dengan desanya.
Peperangan ini didominasi oleh kaum muda yang bersenjatakan parang dan senjata tajam. Entah berapa saja korban luka yang berjatuhan akibat peristiwa ini. Yang jelas kejadian tetap menyebabkan kerugian materil dan non materil. Penyebab terjadinya permusuhan dan peperangan pada waktu itu antara lain disebabkan oleh konflik pribadi atau kelompok yang meluas, kekuasaan, persoalan wanita serta media informasi yang belum begitu dikenal saat itu. Semoga saja hal ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.
- Kecelakaan Bus
Tragedi ini terjadi pada tahun 2004, tepatnya tanggal 10 Juni 2004. Kejadian ini menyebabkan 8 tewas seketika dan 6 orang lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, kecelakaan yang sempat membuat geger warga sekitar juga menyebabkan rusaknya pos polisi dan toko kelontong milik Felani karena tersambar bus bernomor AD 2782 EA. Minibus yang bernomor polisi B 8162 HS sendiri ringsek bagian kirinya. Menurut keterangan saksi mata, kecelakaan itu terjadi ketika minibus yang mengangkut kuli bangunan jurusan Jakarta dari arah Timur hendak memutar ke kanan. Ketika sudah sampai di tengah, tiba-tiba dengan kecepatan tinggi bus Rosalia Indah menyambar sisi kirinya. Bus oleng dan menghantam pos polisi dan toko kelontong yang berada di utara jalan. Delapan korban tewas, 6 di antaranya merupakan penumpang minibus yakni Samiun Sujadi (39) warga Karanganyar Prubalingga, Indri Sutino (21) warga Purbalingga, Yudi Sutopo (24) warga Purbalingga, Laliyan (27) warga Purbalingga, Suratno (25) warga Purbalingga. Sedangkan dua korban lainnya adalah warga setempat Ny Sidon (45) dan Cikwan. Sedangkan, 6 orang yang mengalami luka adalah kernet bus Rosialia Indah Agus Mulyanto, empat warga Purbalingga Waryono (33) Sarwono, Otong (19), dan Warsidi (45), serta dan Prio Miharjo (62) warga Purwokerto. Kernet bus tercatat mengalami luka terberat. (Sumber : Detiknews)
Pos polisi dimana kejadian kecelakaan bus terjadi
- Kecelakaan Kereta Api
Tergulingnya kereta api Tawang Jaya jurusan Pasar Senen Jakarta – Semarang pada tanggal 7 April 2007 di Stasiun Suradadi menyebabkan 4 orang meninggal dan puluhan orang luka-luka. Kejadian ini terjadi akibat laju kereta yang melampaui batas kecepatan sehingga 7 gerbong kereta Tawang Jaya anjlok dan keluar dari jalur.
Stasiun kereta Suradadi, lokasi dimana di depan stasiun ini terjadi kecelakaan kereta
Telah kami sebutkan beberapa tragedi kemanusiaan di atas. Biasanya Bloge Wikarso
merangkum dengan angka 7 (Tujuh). Namun, dalam hal pengambilan berita
harus sesuai realita serta tidak boleh dipaksakan supaya berjumlah
tujuh. Tragedi yang berjumlah empat di atas saja menurut kami sudah
cukup banyak. Sehingga tidak perlu ditambah-tambah lagi tragedi yang
terjadi. Tentu kita tidak mau tragedi ini terulang dan menimpa kita
bukan? Kita berdo’a semoga tidak terjadi kejadian-kejadian seperti di
atas. Amin.
Sebelum kami akhiri tulisan ini
marilah kita senantiasa berbuat baik, memaafkan kejahatan orang lain,
mengajak kebaikan dan menolak kemungkaran (amar ma’ruf nahi munkar) serta berhati-hati dalam melakukan kegiatan dan aktivitas.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَنفِقُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوَاْ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah: 195)
وَجَزَاء سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema'afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Ays Syura: 40)
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al Imran: 104)
Demikian. Semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bish showab.
Read more: http://wikarso.blogspot.com/2012/01/tragedi-kemanusiaan-di-kecamatan.html#ixzz3IBNcXyPQ


Tidak ada komentar:
Posting Komentar